WTI Pertahankan Pelemahan Mendekati $97,50 saat 30 Kapal Melintasi Hormuz

  • WTI turun tipis setelah media Iran melaporkan 30 kapal berhasil melewati Selat Hormuz.
  • Minyak mentah WTI diperkirakan naik lebih dari 6% mingguan karena diplomasi AS-Iran yang mandek membuat Selat Hormuz secara efektif tertutup.
  • Gedung Putih mengatakan Presiden Xi mungkin membeli lebih banyak minyak AS untuk mengurangi ketergantungan Tiongkok pada Selat tersebut.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tetap berada di wilayah negatif setelah mencatat kenaikan moderat pada hari sebelumnya, diperdagangkan di kisaran $97,60 per barel selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Namun, minyak mentah WTI berpotensi naik lebih dari 6% minggu ini karena upaya diplomatik yang mandek untuk mengakhiri konflik Amerika Serikat (AS)-Iran membuat Selat Hormuz yang strategis secara efektif tertutup.

Meski harga turun tipis setelah laporan dari media negara Iran bahwa 30 kapal berhasil melewati Hormuz, kecemasan pasar tetap tinggi akibat penyitaan dan serangan kapal baru-baru ini.

"Blokade ganda" yang sedang berlangsung di jalur pelayaran utama ini telah menjadi titik utama dalam negosiasi. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menggambarkan gencatan senjata saat ini sebagai berada di "dukungan hidup besar" setelah menolak tanggapan terbaru Teheran terhadap proposal perdamaian yang diajukan.

Di tengah ketegangan, potensi pergeseran dalam perdagangan energi muncul setelah pertemuan puncak dua jam di Beijing antara Presiden Trump dan Xi Jinping. Gedung Putih melaporkan bahwa Presiden Xi menyatakan minat untuk membeli lebih banyak minyak Amerika guna mendiversifikasi sumber energi Tiongkok dan mengurangi ketergantungannya pada Selat Hormuz yang volatil.

Namun, prospek pasokan tetap suram. IEA melaporkan bahwa aliran minyak mentah dan bahan bakar melalui Selat turun sekitar 4 juta barel per hari selama Maret dan April. Badan tersebut memperingatkan bahwa meskipun konflik diselesaikan bulan depan, pasar minyak global bisa tetap kekurangan pasokan secara signifikan hingga Oktober.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Yen Jepang turun ke level terendah dua minggu versus USD saat para penjual mengabaikan ketakutan intervensi

Pasangan mata uang USD/JPY menyentuh level tertinggi dua minggu selama sesi Asia pada hari Jumat dan tampak akan melanjutkan tren naik mingguan di tengah menguatnya Dolar AS (USD) secara luas
Devamını oku Previous

PBOC Tetapkan kurs tengah USD/CNY pada 6,8415 versus 6,8401 Sebelumnya

Pada hari Jumat, Bank Rakyat Tiongkok (People Bank of China's atau PBOC) menetapkan kurs tengah USD/CNY untuk sesi perdagangan berikutnya di 6,8415 dibandingkan dengan penetapan hari sebelumnya di 6,8401 dan 6,7976 estimasi Reuters
Devamını oku Next