USD/IDR Sideways, Kurs Rupiah Berada di Level 15.952, Tunggu Dorongan dari NFP AS

  • USD/IDR dibuka di 15.942 setelah kemarin menguji level support 15.930.
  • Indeks Manager Pembelian (IMP) Jasa ISM AS sedikit merosot ke ke 51,4 dari 52,6, di bawah ekspektasi 52,7.
  • Para pedagang menunggu data-data AS dan pernyataan dari beberapa pejabat The Fed, fokus pekan ini pada data NFP.

USD/IDR tampak bergerak sideways, kurs Rupiah Indonesia (IDR) pagi ini dibuka di 15.942, kemudian naik sedikit ke 15.952, setelah semalam sempat menguji level 15.930 yang sekarang berperan sebagai support. Para penjual mata uang Garuda masih mendominasi, walaupun data IMP Jasa ISM AS turun sehingga membuat Greenback merosot. Selain itu, tampaknya para pedagang lebih berhati-hati menjelang rilis data NFP AS pada hari Jumat.

Semalam, di sesi perdagangan Amerika Serikat, Automatic Data Processing (ADP) melaporkan bahwa lapangan kerja sektor swasta di AS pada bulan Maret naik 184.000, dan payrolls tahunan naik 5,1%. Angka ini menyusul kenaikan 155.000 (direvisi dari 140.000) yang tercatat di bulan Februari dan di atas ekspektasi pasar 148.000.

Sementara, Indeks Manager Pembelian (IMP) Jasa ISM turun tipis ke 51,4 dari 52,6 dan lebih rendah dari ekspektasi pasar 52,7. Indeks Dolar AS (DXY) merosot ke 104,35 beberapa saat setelah rilis data tersebut, dan pagi ini DXY terlihat di 104,19. Data IMP Jasa ISM mengindikasikan bahwa tekanan harga di sektor jasa mereda secara signifikan bulan lalu, membuat Dolar AS mengalami penurunan paling tajam dalam sebulan dan seharusnya akan menyeret USD/IDR lebih rendah.

Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic mengatakan kepada CNBC, akan tepat menurunkan suku bunga pada Triwulan IV tahun ini jika perekonomian berkembang seperti yang diprakirakannya. Pernyataan Bostic ini senada dengan komentar Gubernur The Fed Adriana Kugler, yang meyakini bahwa inflasi akan terus turun tahun ini dan membuka jalan bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Ketua The Fed Jerome Powell saat memberikan sambutan di Stanford Graduate School of Business, mengatakan bahwa The Fed memiliki waktu untuk membiarkan data yang masuk memandu keputusan kebijakannya. Ia juga menegaskan bahwa tingkat suku bunga kebijakan kemungkinan berada pada puncaknya di siklus ini.

Di Indonesia, sentimen pasar masih dipengaruhi kondisi politik di dalam negeri terkait dengan pilpres 2024. Inflasi yang meningkat akibat kondisi musiman saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri juga menjadi faktor yang memengaruhi Rupiah. Belum lagi dengan kondisi geopolitik karena ketegangan di Timur Tengah yang dikhawatirkan akan menghambat pasokan minyak dunia juga dapat menekan Rupiah.

Malam nanti, para pedagang akan memantau data Neraca Perdagangan AS bulan Februari dan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal yang berakhir pada tanggal 29 Maret. Kemudian menyusul data tersebut, pernyataan dari beberapa pejabat The Fed juga akan dicermati.

Data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat merupakan data penting di pekan ini. Data pasar tenaga kerja tersebut akan mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed di bulan Juni.

Level-Level Teknis USD/IDR

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 15932.2
Perubahan harian hari ini 10.2000
Perubahan harian hari ini % 0.06
Pembukaan harian hari ini 15922
 
Tren
SMA 20 Harian 15739.4725
SMA 50 Harian 15708.071
SMA 100 Harian 15613.7965
SMA 200 Harian 15502.8292
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 15969
Terendah Harian Sebelumnya 15895
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 15934.8
Terendah Mingguan Sebelumnya 15757
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 15934.8
Terendah Bulanan Sebelumnya 15396.05
Fibonacci Harian 38,2% 15923.268
Fibonacci Harian 61,8% 15940.732
Pivot Point Harian S1 15888.3333
Pivot Point Harian S2 15854.6667
Pivot Point Harian S3 15814.3333
Pivot Point Harian R1 15962.3333
Pivot Point Harian R2 16002.6667
Pivot Point Harian R3 16036.3333

 


 

Dolar Australia Naik Tipis karena Peningkatan IMP Australia di Tengah Stabilnya Dolar AS

Dolar Australia (AUD) terus menguat di sesi ketiga berturut-turut setelah data Indeks Manajer Pembelian (IMP) Judo Bank yang membaik dirilis pada hari Kamis. Selain itu, angka Izin Mendirikan Bangunan (YoY) yang membaik yang dirilis oleh Biro Statistik Australia juga mendukung kenaikan AUD.
Read more Previous

Yen Jepang tetap Berada di Dekat Level Terendah Multi-Dekade terhadap USD

Yen Jepang (JPY) bergerak lebih tinggi terhadap mata uang Amerika selama sesi Asia pada hari Kamis dan terlihat melanjutkan kenaikan moderat hari sebelumnya dari sekitar level terendah beberapa dekade. Meningkatnya ancaman intervensi oleh otoritas Jepang terus memberikan dukungan pada mata uang domestik. Selain itu, penurunan Dolar AS (USD) semalam ke level terendah satu minggu juga turut berkontribusi dalam membatasi pasangan USD/JPY di dekat level 152,00.
Read more Next