USD/JPY Hadapi Sell-Off Dekat 152,00 saat Harapan Intervensi Diam-Diam BoJ Semakin Dalam
- USD/JPY turun dari 152,00 karena ekspektasi terhadap intervensi BoJ semakin dalam.
- Yen Jepang tetap lemah meskipun BoJ telah keluar dari suku bunga negatif.
- Dolar AS menunjukkan kekuatan menjelang data Inflasi PCE inti AS.
Pasangan USD/JPY menemukan tekanan jual yang kuat di dekat tertinggi bersejarah 152,00 pada akhir sesi Amerika Rabu ini. Aset tersebut turun tajam setelah Kementerian Keuangan Jepang melaporkan bahwa Bank of Japan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Jasa Keuangan dijadwalkan mengadakan pertemuan tiga pihak.
Hal ini telah memperdalam harapan intervensi diam-diam oleh otoritas Jepang ke dalam domain FX untuk membatasi penurunan lebih lanjut Yen Jepang. Selain itu, komentar dari diplomat mata uang terkemuka Masato Kanda bahwa ia "tidak akan mengesampingkan langkah apa pun untuk merespons pergerakan mata uang yang tidak teratur" telah memperkuat ekspektasi intervensi Jepang terhadap pergerakan mata uang yang berlebihan.
Yen Jepang telah menghadapi tekanan yang signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir meskipun BoJ telah keluar dari suku bunga negatif. Tampaknya para investor kurang yakin terhadap langkah BoJ menuju normalisasi kebijakan karena tidak adanya bukti mengenai spiral pertumbuhan upah. Selain itu, para investor berharap langkah BoJ untuk melakukan normalisasi kebijakan lebih lanjut akan berjalan sangat lambat.
Sementara itu, Dolar AS optimis menjelang data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti Amerika Serikat untuk bulan Februari, yang akan dipublikasikan pada hari Jumat Agung. Volume perdagangan diprakirakan akan tetap rendah pada sesi tersebut karena pasar ekuitas dan obligasi AS akan tetap ditutup.
Inflasi PCE inti tahunan diprakirakan terus tumbuh 2,8%, dengan pertumbuhan bulanan turun ke 0,3% dari 0,4% di bulan Januari. Indeks Dolar AS (DXY) masih jauh dari mencapai tertinggi bulanan 104,50.