USD/SGD Lanjutkan Penurunan ke 1,3370 Pasca Pengumuman Suku Bunga dan Pernyataan Dovish The Fed

  • USD/SGD menukik ke 1,3370 setelah Dolar AS tertekan menyusul pengumuman suku bunga The Fed dan peryataan dovish Ketua The Fed.
  • Kenaikan Straits Times Index (STI) akan mendukung penguatan Dolar Singapura lebih jauh.
  • Para pedagang akan memantau sejumlah data dari AS malam ini yang bisa memberikan arah perdagangan selanjutnya.

USD/SGD melanjutkan penurunan kemarin setelah mencetak tertinggi di 1,3449. Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang tersebut sedang diperdagangkan di 1,3370, melemah sebesar 0,20%. Sama seperti sebagian besar mata uang di wilayah Asia, Dolar Singapura menguat karena Dolar AS melemah setelah The Fed mengumumkan untuk tetap mempertahankan kisaran suku bunganya. Pelemahan USD ini juga diakibatkan Ketua The Fed Powell menyampaikan pesan dovish dalam konferensi pers pasca pengumuman suku bunga tersebut.

Dolar AS (USD) mengalami penurunan kuat setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 5,5% pada pertemuan kebijakan hari Kamis dini hari waktu Indonesia. Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan pelemahan sebesar 0,16% ke level 103,22 pagi ini. Selain itu, Ketua Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell menyampaikan pernyataan dovish dalam konferensi pers pasca-pengumuman tersebut, yang semakin menekan USD sehingga menyeret USD/SGD semakin rendah.

Straits Times Index (STI) Singapura menghijau, naik 0,91% ke 3.260 karena optimisme pasar yang didorong oleh keputusan The Fed tersebut, hal ini bisa mendukung SGD lebih jauh. Penguatan indeks tersebut mengikuti penutupan positif tiga indeks utama di Wall Street, dengan Dow menguat 1,03% ke 39,512, S&P bertambah 0,89% ke 5,224 dan Nasdaq meningkat 1,25% ke 16,369.

Data selanjutnya yang akan dipantau berasal dari Amerika Serikat (AS) yang dirilis malam ini. Sementara, tidak ada data yang akan dipublikasikan dari Singapura hingga Senin pekan depan. AS akan merilis data awal IMP S&P Global untuk bulan Maret, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Penjualan Rumah Bekas (Existing Home Sales) yang patut diperhatikan oleh para pedagang.

Level-Level Teknis USD/SGD

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 1.337
Perubahan harian hari ini -0.0027
Perubahan harian hari ini % -0.20
Pembukaan harian hari ini 1.3397
 
Tren
SMA 20 Harian 1.3395
SMA 50 Harian 1.3412
SMA 100 Harian 1.3394
SMA 200 Harian 1.3466
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 1.345
Terendah Harian Sebelumnya 1.3389
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 1.3384
Terendah Mingguan Sebelumnya 1.3293
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 1.3526
Terendah Bulanan Sebelumnya 1.3349
Fibonacci Harian 38,2% 1.3412
Fibonacci Harian 61,8% 1.3427
Pivot Point Harian S1 1.3374
Pivot Point Harian S2 1.3351
Pivot Point Harian S3 1.3313
Pivot Point Harian R1 1.3435
Pivot Point Harian R2 1.3473
Pivot Point Harian R3 1.3496

 

 

USD/INR Menghadapi Beberapa Tekanan Jual, Memperhatikan Data IMP India dan S&P AS

Rupee India (INR) diperdagangkan dengan catatan yang lebih kuat pada hari Kamis di tengah penurunan Dolar AS (USD) setelah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed). The Fed mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan Maret, seperti yang diharapkan secara luas oleh pasar. Meskipun demikian, komentar dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell selama konferensi pers telah memberi tekanan jual pada Greenback dan menghambat pasangan USD/INR.
अधिक पढ़ें Previous

EUR/USD Naik Mendekati 1,0930 setelah The Fed Mempertahankan Suku Bunga Tidak Berubah

EUR/USD melanjutkan kenaikannya untuk 2 sesi berturut-turut karena Federal Reserve (The Fed) AS mempertahankan suku bunga acuannya di 5,5% selama pertemuan kebijakan hari Rabu. Pasangan mata uang ini naik mendekati 1,0930 selama jam perdagangan Asia pada hari Kamis.
अधिक पढ़ें Next