USD/IDR Meroket Lagi, Rupiah Loyo di 15.714, Tunggu Keputusan Suku Bunga BI The Fed Besok
- Rupiah (IDR) kembali loyo terhadap Dolar AS (USD) di level 15.714.
- Pasar global menunggu rilis suku bunga BI dan The Fed besok.
- USD/IDR berpeluang melanjutkan kenaikan ke 15.730 sebelum ke 15.755.
Nilai tukar Rupiah (IDR) melemah lagi terhadap Dolar AS (USD) di hari Selasa pagi ini pada perdagangan sesi Asia, yang kini tercatat di 15.714. Hari ini, harga pasangan mata uang tersebut dibuka di 15.670. USD/IDR dalam perdagangan kemarin membentuk candlestick besar berwarna hijau, yang membawa pasangan mata uang ini mencapai tertinggi 15.695 di atas puncak 21 Februari di 15.679, yang kemudian ditutup di 15.684.
Pasar global dengan gelisah menunggu Ringkasan Proyeksi Ekonomi The Fed yang akan dirilis hari Rabu. Fokus utama akan tertuju pada apa yang disebut sebagai dot plot The Fed. Dari dot plot tersebut, pasar ingin mengetahui apakah The Fed akan tetap memangkas sebanyak tiga kali tahun ini atau tidak. "Prakiraan dua penurunan suku bunga tahun ini, bukan tiga seperti yang diproyeksikan pada Desember 2023, akan membuat perbedaan bagi pasar," kata Yohay Elam, Analis Senior FXStreet dalam artikelnya. Peluang penurunan suku bunga di bulan Juni saat ini berada pada kisaran 50-50.
"Kami melihat risiko kenaikan untuk USD dan imbal hasil Treasury karena proyeksi suku bunga baru The Fed kemungkinan akan menyiratkan pelonggaran yang lebih sedikit." ujar para ekonom di BBH.
Besok, Sebelum rilis keputusan suku bunga The Fed di sesi perdagangan Amerika Serikat (AS), Bank Indonesia (BI) akan merilis keputusan suku bunganya di sesi Asia. BI diprakirakan akan mempertahankan suku bunga di level 6,00% pada pekan ini.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Februari 2024 lalu, memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. BI ingin mempertahankan suku bunga karena demi menjaga penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024.
Setelah rilis Keputusan suku bunga Indonesia pada hari Rabu, tidak ada rilis data lainnya dari Indonesia sampai hari Jumat, 22 Maret, di mana BI akan merilis angka Uang Beredar M2 untuk bulan Februari.
Sementara dari AS, pada hari Selasa, jumlah Perumahan Baru dan Izin Mendirikan Bangunan bulan Februari akan dipantau oleh para pedagang yang akan dirilis nanti malam di sesi AS.
Analisis USD/IDR: Harga Berusaha Menuju Puncak 29 Februari di 15.730
Harga pembukaan USD/IDR bertengger di 15.670, sedikit di atas level Fibonacci Retracement 38,2% di 15.667. Pasangan mata uang ini kemudian melesat dan menembus di atas level resistance horizontal di 15.695.
Jika terus bergerak dengan pasti ke sisi atas, harga dapat melanjutkan kenaikan sampai level Fibonacci Retracement 23,6% atau puncak 29 Februari di 15.730, kemudian level resistance horizontal 15.755 sebelum ke puncak 5 Maret di 15.774.
Sebaliknya, harga harus melewati ke sisi bawah level Fibonacci Retracement 38,2% di 15.667, agar bisa melanjutkan penurunan untuk menguji Simple Moving Average (SMA) 50 di 15.648.
Grafik Harian USD/IDR
