USD/IDR Terkoreksi, Pagi ini Rupiah Menguat ke 15.684, Cermati Serangkaian Data Indonesia dan AS Hari Ini
- Pagi ini, nilai tukar Rupiah menguat ke 15.679 karena USD/IDR terkoreksi setelah rilis data PCE AS semalam.
- Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (IMP) S&P Global Indonesia pada bulan Februari sedikit turun ke 52,7 dari 52,9 pada bulan Januari.
- Para pedagang tunggu data Inflasi Indonesia, serangkaian data AS dan pidato dari para pejabat The Fed.
Rupiah (IDR) masih belum mampu bangkit, tertindas oleh Dolar AS yang kuat. Kemarin USD/IDR ditutup lebih tinggi di 15.709, dari perdagangan pada hari Rabu yang ditutup di 15.680. Pagi ini pasangan mata uang tersebut dibuka di 15.710 dan pada saat berita ini ditulis, nilai tukar Rupiah menguat ke 15.684.
Indeks Dolar AS (DXY) menguat ke sekitar level 104,12 selama sesi Asia pada hari Jumat setelah rilis data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS tadi malam.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh S&P Global, Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (IMP) Indonesia pada bulan Februari sedikit turun ke 52,7 di bawah 52,9 pada bulan Januari. Penurunan data ini sedikit menekan Rupiah. Dalam laporan tersebut, Jingyi Pan, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, memberikan tanggapan bahwa "Secara umum, sentimen di antara perusahaan manufaktur Indonesia pada bulan Februari membaik, sejalan dengan indikator-indikator yang mengarah ke masa depan seperti pesanan baru, menunjukkan bahwa output akan terus berkembang dalam jangka pendek."
Indeks Harga PCE Inti AS yang tidak termasuk makanan dan energi merupakan pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), pada bulan Januari naik 0,4% dan PCE tahunan turun ke 2,4% dari 2,6%, sesuai dengan estimasi.
Beberapa jam setelah rilis data PCE tersebut, sejumlah pembicara The Fed memberikan pernyataannya. Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa mungkin akan tepat untuk menurunkan suku bunga kebijakan di musim panas. Kemudian, Presiden The Fed San Francisco Mary C. Daly, menyatakan bahwa pemotongan yang terlalu cepat dapat menyebabkan inflasi terhambat. Dilanjutkan dengan pernyataan dari Presiden The Fed Cleveland Loretta J. Mester yang mengakatan bahwa penurunan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini terasa tepat, dan menurutnya, inflasi masih merupakan tantangan yang perlu diatasi oleh The Fed, namun penurunan suku bunga akan dilanjutkan pada akhir tahun ini selama data memberikan cukup ruang bagi The Fed untuk bertindak.
Hari ini, data Inflasi Indonesia akan dirilis sekitar pukul 04:00 GMT/11:00 WIB, yang akan dicermati oleh para pedagang Rupiah untuk mendapatkan petunjuk arah perdagangan. Sementara beberapa data dari AS juga akan dirilis malam ini. IMP Manufaktur S&P Global, IMP Manufaktur ISM, Indeks Sentimen Konsumen Michigan serta sejumlah pernyataan dari para pejabat The Fed patut diperhatikan karena akan mempengaruhi pergerakan USD.
Analisis Teknis USD/IDR
Kemarin USD/IDR berhasil menembus kisaran perdagangan antara 15.580-15.680 dan pada grafik harian, candlestick hari Kamis ditutup di atas kisaran tersebut. Saat ini harga bergerak turun dan tampaknya sedang menguji level 15.680 yang sekarang berpotensi menjadi support. Bila harga mampu naik lebih tinggi, pasangan mata uang ini berpeluang untuk menyentuh wilayah di sekitar 15.730-15.745. Namun, bila harga kembali ditutup di bawah level 15.680, harga bisa kembali masuk dan bergerak dalam kisaran perdagangan yang disebutkan.

Grafik harian USD/IDR