Dolar AS Melemah saat Para Pedagang Bersiap Menyambut Data Inflasi PCE

  • Dolar AS diperdagangkan di zona merah, dengan Yen Jepang sebagai pemenang terbesar terhadap Greenback.
  • Sentimen pasar risk-on kembali, dengan aset-aset Kripto dan saham Tiongkok melonjak.
  • Indeks Dolar AS meluncur di bawah 104,00, menembus di bawah beberapa level penting teknis.

Dolar AS (USD) melanjutkan penurunan pada sesi Eropa hari ini menjelang rilis data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. Greenback mengalami penurunan terbesar terhadap Yen Jepang, melemah lebih dari 0,50%, karena mata uang Jepang didukung oleh komentar mengejutkan dari anggota dewan Bank of Japan (BoJ) Hajime Takata, yang mengatakan bahwa beberapa kenaikan suku bunga sedang dipertimbangkan.

Di sisi ekonomi, titik fokus utama pada hari Kamis adalah angka Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk bulan Januari. Pasar mengantisipasi laporan yang kuat setelah Indeks Harga Konsumen (IHK) dan PCE pada hari Rabu berdasarkan laporan Produk Domestik Bruto, keduanya lebih baik dari prakiraan. Namun, data ini dapat membuat Dolar AS berada dalam skenario sempurna “buy rumour, sell the fact”, di mana pasar sudah jauh lebih maju. Dalam kasus ini, hasil PCE aktual sudah diperhitungkan dan dengan demikian pelamahan Dolar AS bisa menjadi hasil akhirnya.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Banyak Bagian yang Bergerak

  • Pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB), Klaim Pengangguran dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi akan dirilis:
    • Klaim Pengangguran untuk minggu ini:
      • Klaim Pengangguran Awal Mingguan diprakirakan melonjak dari 201.000 menjadi 210.000.
      • Klaim Pengangguran Lanjutan diprakirakan turun dari 1,862 juta menjadi 1,847 juta.
    • Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan Januari:
      • PCE Umum bulanan diprakirakan mempercepat laju dari 0,2% menjadi 0,3%, sedangkan angka tahunan diprakirakan melemah dari 2,6% menjadi 2,4%.
      • Selain angka inti, yang tidak termasuk kategori makanan dan energi yang volatil, PCE bulanan diprakirakan naik dari 0,2% menjadi 0,4%. PCE inti tahunan diprakirakan turun sedikit dari 2,9% ke 2,8%.
      • Pendapatan Pribadi diprakirakan sedikit naik, dari 0,3% ke 0,4%, sementara Belanja Pribadi diprakirakan melambat secara signifikan, dari 0,7% ke 0,2%.
  • Pada pukul 14:45 GMT (21:45 WIB), Indeks Manajer Pembelian Chicago untuk bulan Februari akan dirilis. Ekspektasinya adalah lonjakan dari 46 ke 48, yang berarti indeks kemungkinan akan tetap dalam kontraksi.
  • Pada pukul 15:00 GMT (22:00 WIB), meskipun mungkin kurang relevan untuk hari perdagangan ini, data Penjualan Rumah Tertunda untuk bulan Januari akan dirilis. Penjualan diprakirakan melambat tajam, dari naik 8,3% di Desember ke 1% di bulan Januari.
  • Data ekonomi terakhir untuk Kamis ini adalah Indeks Aktivitas Manufaktur Fed Kansas City untuk bulan Februari. Sebelumnya di -17, dan tidak ada prakiraan.
  • Sejumlah pejabat Federal Reserve AS juga akan muncul:
    • Diprakirakan sekitar pukul 15:50 GMT (22:50 WIB) komentar dari kepala Fed Atlanta, Raphael Bostic.
    • Sesaat setelah Bostic, sekitar pukul 16:00 GMT (23:00 WIB), Ketua Fed Chicago Austan Goolsbee akan berbicara.
    • Sekitar pukul 18:15 GMT (Jumat, 01:15 WIB), Loretta Mester, kepala Fed Cleveland, juga akan tampil.
    • Malam, pada pukul 01:10 GMT (Jumat, 08:10 WIB, John Williams dari Fed New York juga akan memberikan penjelasan pada Jumat pagi.
  • Ekuitas berada di zona hijau dengan Tiongkok memimpin kenaikan, dengan Indeks Shenzhen melonjak hampir 2%. Sementara itu, mata uang kripto melonjak dengan beberapa koin utama mencapai tertinggi multi-tahun. Di Eropa, indeks saham sedikit berada di zona hijau dan bisa mendapatkan keuntungan dari efek dari lonjakan pasar kripto.
  • Menurut FedWatch Tool dari CME Group, ekspektasi terhadap jeda The Fed pada pertemuan 20 Maret adalah 97,5%, sementara peluang penurunan suku bunga di 2,5%.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan diperdagangkan di sekitar 4,28%, secara umum tidak berubah selama dua hari terakhir.

Analisis Teknis Indeks Dolar AS: Berhasil atau Tidak

Indeks Dolar AS (DXY) menghadapi cobaan pada hari Kamis terkait apakah akan melanjutkan jalur apresiasi atau devaluasi. Indeks DXY Dolar AS, yang melacak Greenback terhadap sekeranjang mata uang asing, tidak mampu menjauhi Simple Moving Average (SMA) 200-hari di 103,74. SMA 200-hari dilewati dengan beberapa penembusan palsu dalam beberapa hari terakhir. Pembentukan lower highs mengarah ke peningkatan tekanan jual, dengan penawaran beli dan penawaran jual saling mendorong, dan data inflasi PCE AS dapat menjadi katalis untuk pergerakan besar menjauh dari SMA 200-hari.

Untuk sisi atas, Simple Moving Average (SMA) 100-hari di dekat 103,98 masih menjadi elemen pertama yang bertindak sebagai pembatas. Jika Dolar AS mampu melewati 104,60, 105,12 adalah level penting berikutnya yang harus diperhatikan. Satu langkah lebih jauh dari itu adalah 105,88, tertinggi November 2023. Pada akhirnya, 107,20 – tertinggi 2023 – bisa kembali masuk dalam cakupannya.

Melihat ke bawah, Simple Moving Average 200-hari di 103,74 telah ditembus dua kali baru-baru ini, menjadikannya support yang lemah. SMA 200-hari seharusnya tidak lepas begitu saja, jadi kemunduran kecil kembali ke level tersebut bisa jadi hal yang wajar. Pada akhirnya, jika mata uang ini kehilangan kekuatan karena tekanan jual yang sedang berlangsung, harga bisa jatuh ke 103,16, SMA 55-hari, sebelum menguji 103,00.

Langit Adalah Batas untuk Dolar AS – Commerzbank

Masih ada ruang untuk kenaikan USD, kata para ekonom di Commerzbank.
Read more Previous

Harmonized Index of Consumer Prices (YoY) Jerman Februari Sesuai Harapan 2.7%

Harmonized Index of Consumer Prices (YoY) Jerman Februari Sesuai Harapan 2.7%
Read more Next