USD/JPY Turun Mendekati 150,00 karena Indeks USD Jatuh Menjelang Data Penjualan Ritel AS

  • USD/JPY terkoreksi mendekati 150,00 karena Indeks USD turun tipis.
  • Penjualan Ritel AS diprakirakan berkontraksi 0,1% di bulan Januari.
  • Ekonomi Jepang telah memasuki resesi teknis setelah mengalami kontraksi dalam dua kuartal terakhir tahun 2023.

USD/JPY melanjutkan koreksi hingga mendekati support psikologis 150,00 di sesi Eropa hari Kamis. Aset ini berada di bawah tekanan karena Indeks Dolar AS (DXY) dan imbal hasil obligasi turun menjelang data Penjualan Ritel Amerika Serikat bulan Januari.

Kontrak Berjangka S&P500 telah membukukan kenaikan yang lumayan di sesi London, mengindikasikan kebangkitan dalam selera risiko para pelaku pasar. Prospek pasar yang lebih luas masih belum pasti karena para investor mempertaruhkan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) untuk pertemuan kebijakan moneter bulan Mei.

Ekspektasi The Fed untuk penurunan suku bunga telah bergeser untuk pertemuan bulan Juni karena inflasi harga konsumen untuk bulan Januari tetap lebih tinggi dari yang diharapkan. Sebaliknya, Presiden The Fed Bank Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada hari Rabu bahwa satu data inflasi yang buruk tidak cukup untuk mempengaruhi tren yang lebih luas, yang mengindikasikan bahwa tekanan harga turun ke target 2%. Austan Goolsbee memperingatkan bahwa narasi hawkish untuk jangka waktu yang lebih lama dapat meredam kondisi pasar tenaga kerja.

Indeks Dolar AS (DXY) telah terkoreksi mendekati 104,60 dari level tertinggi tiga bulan di 105,00. Selanjutnya, para investor akan fokus pada data Penjualan Ritel AS yang akan dirilis pada pukul 13:30 GMT/20:30 WIB. Menurut konsensus, Penjualan Ritel mengalami kontraksi sebesar 0,1%.

Dari sisi Tokyo, Yen Jepang menguat meskipun para investor berharap Bank of Japan (BoJ) tidak akan segera keluar dari kebijakan ekspansif. Ekspektasi pelonggaran kebijakan yang mudah telah memudar karena ekonomi Jepang secara mengejutkan memasuki resesi teknis. PDB Kuartal 4 mengalami kontraksi sebesar 0,1%, sementara para investor memprakirakan ekspansi sebesar 0,3%. 

 

Analisis Harga NZD/USD: Naik Mendekati Penghalang Psikologis 0,6100 Jelang EMA 50 Hari

NZD/USD memperpanjang kenaikan beruntun untuk hari kedua berturut-turut karena Dolar AS menunjukkan pelemahan karena imbal hasil Treasury AS yang lema
Baca lagi Previous

XAU/USD Kemungkinan akan Turun Lebih Lanjut karena Harapan Penurunan Suku Bunga di Semester 1 Memudar – MUFG

Logam mulia ini turun karena laporan inflasi AS yang lebih tinggi dari prakiraan. Para ekonom di MUFG Bank menganalisis prospek pasar. Suku Bunga yan
Baca lagi Next