Analisis Harga Perak: XAG/USD Melonjak ke Dekat $23,35 di Tengah IHP AS yang Lemah, Ketegangan Geopolitik
- Harga Perak naik secara vertikal mendekati $23,35 setelah laporan IHP AS ternyata lebih lemah.
- Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah meningkatkan daya tarik safe-haven.
- Harga Perak pulih dengan tajam dan mendekati garis tren menurun dari pola grafik Descending Triangle.
Harga Perak (XAG/USD) telah menguat ke dekat $23,35 setelah Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan laporan Indeks Harga Produsen (IHP) yang lebih lemah dari prakiraan untuk bulan Desember. IHP utama kontraksi 0,1% dan IHP inti tetap stagnan selama dua bulan berturut-turut. Para investor memproyeksikan IHP utama dan inti naik masing-masing 0,1% dan 0,2%.
Para produsen di tingkat pabrik menaikkan harga barang dan jasa dengan laju yang lebih lambat 1,0% dibandingkan antisipasi investot 1,3%. IHP inti melambat tajam ke 1,8% dibandingkan konsensus 1,9% dan sebelumnya 2,0%.
Data IHP yang lemah telah memperkuat spekulasi yang mendukung keputusan penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di bulan Maret. Menurut Fedwatch tool dari CME, pelaku pasar melihat kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga 25 basis poin (bp) pada bulan Maret 76%, sebelumnya 66%.
Sentimen pasar telah berubah menjadi risk-off ketika kelompok militer AS dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi yang didukung Iran di tengah pembalasan atas serangan terhadap kapal-kapal dagang yang dikirim dari Laut Merah. Hal ini meningkatkan risiko Iran terlibat dalam perang Israel-Hamas di Gaza. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah meningkatkan daya tarik aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) telah turun secara vertikal karena data IHP yang lemah telah memperkuat ketegangan geopolitik.
Analisis Teknis Perak
Harga Perak telah menghasilkan pemulihan berbentuk V setelah menemukan minat beli di dekat support horizontal yang diplot dari terendah 13 Desember di $22,51 dalam grafik dua jam. Logam putih telah naik di atas Exponential Moving Averages (EMA) 20 dan 50-periode, yang mengindikasikan bahwa permintaan jangka pendek telah berubah menjadi bullish.
Secara umum, aset membentuk pola grafik Descending Triangle, yang mengindikasikan kontraksi volatilitas yang besar. Relative Strength Index (RSI) (14) berada di ambang pergeseran ke kisaran bullish 60,00-80,00. Jika RSI 14-periode berhasil melakukannya, momentum bullish akan teraktivasi.
Grafik Dua Jam Perak
-638406661196012055.png)