GBP/USD Melayang di Bawah 1,2500 Menjelang Data Inflasi Inggris

  • GBP/USD mencatat lonjakan signifikan sebesar 1,79% di sesi perdagangan terakhir.
  • IHK AS turun ke 3,2% dari 3,7%; IHK Inti naik 0,2% dari ekspektasi 0,3%.
  • BoE mungkin akan menunda penyesuaian kebijakan jika inflasi Inggris mengikuti perlambatan yang telah diantisipasi.

GBP/USD mengambang di sekitar 1,2480 selama sesi Asia hari Rabu. Pasangan GBP/USD mengalami lonjakan signifikan sebesar 1,79%, mencapai zona 1,2500 setelah rilis data inflasi AS yang lebih lemah semalam.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Oktober menunjukkan angka yang lebih rendah dari prakiraan, dengan tingkat tahunan melambat dari 3,7% menjadi 3,2%, jauh di bawah prakiraan konsensus sebesar 3,3%. IHK bulanan juga turun dari 0,4% menjadi 0,0%.

Dalam hal IHK Inti AS, mengalami kenaikan 0,2%, di bawah ekspektasi 0,3%, dan tingkat tahunan turun menjadi 4,0% dari sebelumnya 4,1%.

Indeks Dolar (DXY) bergerak sideways di dekat 104,10 pada saat laporan ini ditulis, setelah penurunan substansial yang tercatat di sesi sebelumnya. Indeks ini turun 1,50%, mencapai level terendah sejak awal September.

Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan karena meningkatnya minat risiko dan penurunan obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level terendah dalam delapan minggu di 4,43%.

Pada hari Selasa, pasangan GBP/USD mengalami penguatan menyusul data ketenagakerjaan yang beragam dari Inggris. Perubahan Jumlah Penggugat Inggris turun menjadi 17,8 ribu di bulan Oktober dibandingkan dengan 20,4 ribu sebelumnya. Tingkat Pengajuan Pengangguran dipertahankan pada 4,0%. Perubahan Ketenagakerjaan mengalami penurunan sebesar 207 Ribu di bulan September dibandingkan dengan penurunan 82 Ribu sebelumnya. Selain itu, Tingkat Pengangguran ILO Inggris (3 Bulan) tetap konsisten di 4,2% pada bulan September.

Hari Rabu akan merilis data inflasi dan angka Penjualan Ritel Inggris yang penting. Pasar akan mengawasi angka-angka ini, dan jika inflasi mengikuti tren penurunan yang diantisipasi, hal ini dapat mencegah Bank of England (BoE) untuk melakukan perubahan segera pada kebijakan moneternya. 

 

NZD/USD Capai Tertinggi Baru Satu Bulan di Dekat Area 0,6015, Sedikit Bereaksi terhadap Data Makro Tiongkok

Pasangan NZD/USD menarik beberapa aksi beli selama sesi Asia pada hari Rabu dan naik kembali di atas level psikologis 0,6000 dalam satu jam terakhir.
Read more Previous

USD/INR Kehilangan Daya Tarik, Fokus pada Neraca Perdagangan India dan Data AS

Rupee India (INR) diperdagangkan menguat pada hari Rabu karena penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Pada hari Selasa, inflasi India, yang diu
Read more Next