USD/INR Tak Bergerak di Sekitar 83,20, Fokus pada Keputusan Kebijakan RBI
- USD/INR menerima dukungan naik karena nada hawkish The Fed.
- RBI diharapkan akan mempertahankan suku bunga saat ini di 6,50% pada pertemuan mendatang.
- Dolar AS melonjak karena kenaikan imbal hasil obligasi AS.
USD/INR berjuang untuk menghentikan kenaikan baru-baru ini, melayang di sekitar 83,20 selama sesi Asia pada hari Selasa. Dolar AS (USD) diuntungkan oleh kehati-hatian pasar terhadap lintasan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS.
Rupee India (INR) diperdagangkan dengan bias negatif tetapi para pelaku pasar mengharapkan kemungkinan intervensi dari Reserve Bank of India (RBI) untuk mendukung mata uang nasional.
Indeks Dolar AS (DXY) naik ke level tertinggi 11 bulan karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, diperdagangkan di sekitar 107,10 pada saat berita ini diturunkan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik di atas level tertingginya sejak 2007 setelah Amerika Serikat (AS) menghindari penutupan sebagian pemerintahan. Harga spot berada di 4,68% pada saat artikel ini ditulis.
Selain itu, data Amerika Serikat (AS) yang beragam yang dirilis pada hari Senin, memperkuat Greenback. IMP Manufaktur ISM AS meningkat menjadi 49,0 di bulan September dari 47,6 pada pembacaan sebelumnya, di atas konsensus pasar 47,7. Harga Manufaktur Dibayar turun secara signifikan dari 48,4 ke 43,8. Indeks Ketenagakerjaan naik dari 48,4 menjadi 51,2.
Gubernur Federal Reserve (Fed) Michelle Bowman menyatakan pada hari Senin bahwa sepertinya tepat untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya pada tingkat yang ketat untuk waktu yang lama.
Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Michael Barr menekankan pendekatan yang hati-hati terhadap kebijakan moneter. Barr menyatakan bahwa bank sentral harus memperhatikan tidak hanya seberapa besar kenaikan suku bunga, tetapi juga durasi kenaikan suku bunga yang akan dipertahankan pada tingkat yang cukup ketat. Meskipun demikian, Barr percaya bahwa the Fed dapat mengelola inflasi tanpa menyebabkan kerusakan yang signifikan pada pasar tenaga kerja.
Para pedagang menanti data ketenagakerjaan AS, dengan rilis laporan ADP pada hari Rabu dan Nonfarm Payrolls pada hari Jumat. Keputusan Suku Bunga RBI juga akan diperhatikan pada hari Jumat, yang diharapkan akan tetap konsisten pada level saat ini di 6,50%.