Harga Emas Menghadapi Sell-off di Tengah Ketahanan Dolar AS

  • Harga Emas stabil dekat terendah enam hari seiring menguatnya daya tarik terhadap Dolar AS.
  • Perekonomian AS tetap tangguh sementara negara-negara lain menghadapi dampak dari kebijakan moneter yang restriktif.
  • Permintaan yang kuat di sektor jasa AS dapat memungkinkan The Fed untuk tetap membuka kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Harga Emas (XAU/USD) konsolidasi dekat terendah enam hari dan tetap terekspos penurunan lebih lanjut karena investor terus mendanai Dolar AS karena lemahnya perekonomian global. Logam mulia gagal memanfaatkan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang secara luas diantisipasi tidak berubah, yang akan diumumkan pada tanggal 20 September. Sementara itu, investor menunggu data Biaya Unit Buruh AS kuartal kedua, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).

Ketika perekonomian seperti Inggris dan Zona Euro mengalami kesulitan akibat kebijakan moneter yang ketat dan tekanan inflasi yang tinggi serta Tiongkok menghadapi risiko deflasi, perekonomian AS tetap tangguh. Perekonomian AS diprakirakan akan terhindar dari resesi karena inflasi mulai mereda akibat kebijakan suku bunga yang ketat oleh The Fed, sementara pertumbuhan lapangan kerja dan belanja konsumen secara umum tetap stabil.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Melemah karena Perekonomian AS Tetap Tangguh

  • Harga Emas berada di dekat terendah enam hari di bawah $1.920,00 karena Dolar AS tetap tangguh akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.
  • Logam mulia menghadapi tekanan jual karena AS memperoleh daya tarik setelah data lebih lanjut menunjukkan ketahanan ekonomi. Badan Institute for Supply Management (ISM) melaporkan data IMP Jasa lebih baik dari prakiraan untuk bulan Agustus.
  • IMP Jasa ISM di 54,5 dibandingkan ekspektasi 52,5 dan angka Juli 52,7. Karena sektor ini menyumbang dua pertiga perekonomian, data mengarah ke prospek ekonomi AS terus menguat dan belanja konsumen kuat.
  • Selain itu, Indeks Pesanan Baru dari IMP Jasa naik secara signifikan ke 57,5 dibandingkan 55,0 yang tercatat di bulan Juli, yang mengindikasikan bahwa prospek permintaan untuk sektor jasa cukup baik.
  • Permintaan yang kuat pada jasa mengurangi kekhawatiran terhadap resesi ekonomi AS, namun hal ini juga dapat berkontribusi pada peningkatan ekspektasi inflasi konsumen. Hal ini akan memungkinkan Federal Reserve untuk tetap membuka kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut.
  • Meskipun Beige Book The Fed yang dirilis pada hari Rabu melaporkan bahwa perekonomian tumbuh dengan laju moderat dalam beberapa minggu terakhir, tekanan inflasi mereda dan pertumbuhan tenaga kerja tetap lemah.
  • Menurut FedWatch Tool CME Group, para pedagang melihat peluang 93% suku bunga tetap tidak berubah di 5,25%-5,50% pada pertemuan kebijakan bulan September. Selain itu, peluang bank sentral mempertahankan kebijakan moneter saat ini tidak berubah hingga sisa tahun ini stabil di kisaran 53%.
  • Mengenai prospek suku bunga, Presiden Fed Boston Susan Collins mengatakan bahwa tindakan lebih lanjut akan didasarkan pada data yang masuk. Collins memprakirakan akan terjadi perlambatan dalam beberapa bulan mendatang dan mengatakan bahwa bank sentral masih jauh dari mampu mengendalikan inflasi.
  • Para analis di Goldman Sachs melihat peluang 15% perekonomian AS akan tergelincir ke dalam resesi karena inflasi mereda dan pertumbuhan lapangan kerja tetap solid. Sebelumnya, ekspektasi resesi ekonomi AS berada di 20%.
  • Dolar AS tampaknya siap untuk melampaui resistance langsung 105,00, memanfaatkan memudarnya kekhawatiran resesi dalam perekonomian AS sementara negara-negara lain terekspos resesi.
  • Di Zona Euro, IMP Komposit S&P Global turun ke 46,7 pada bulan Agustus, angka terendah sejak November 2020. Selain itu, IMP Komposit Inggris turun ke 48,6 pada bulan Agustus, terendah sejak Januari. Sementara itu, Tiongkok terus menghadapi risiko deflasi akibat memburuknya permintaan.
  • Investor mengalihkan fokus mereka ke data Biaya Unit Buruh kuartal April-Juni, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Biaya tenaga kerja diprakirakan naik 1,6%, laju yang sama seperti pada kuartal pertama. Angka yang lebih tinggi dari prakiraan akan menunjukkan pertumbuhan upah yang layak, yang akan meningkatkan tekanan inflasi.
  • Pidato dari para pembuat kebijakan The Fed juga akan berlangsung: Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, Presiden Fed New York John C. Williams dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic akan menyampaikan pidatonya.
  • Pada hari Rabu, Senat AS mengukuhkan Philip Jefferson sebagai wakil ketua The Fed, sementara Gubernur The Fed Lisa Cook juga dikonfirmasi untuk masa jabatan baru 14 tahun.
  • Sentimen pasar masih suram karena ekspor Tiongkok mengalami penurunan signifikan pada bulan Agustus, yang menandakan semakin rentannya perekonomian Tiongkok.

Analisis Teknis: Harga Emas Stabil di Bawah $1.920

Harga Emas konsolidasi di bawah support penting $1.920,00 di tengah ketahanan Dolar AS karena sentimen pasar yang suram. Logam mulia masih berada di bawah tekanan setelah gagal bertahan di atas Exponential Moving Averages (EMA) 20-hari dan 50-hari. Logam kuning turun menuju EMA 200-hari, yang berada di sekitar $1.910,00. Osilator momentum mengindikasikan kinerja lesu di tengah ketidakpastian prospek suku bunga.

USD/CNH Kini Bisa Kunjungi Kembali Wilayah 7,3500 – UOB

Kenaikan lebih lanjut bisa melihat USD/CNH menguji zona 7,3500 dalam jangka pendek menurut Ekonom Lee Sue Ann dan Ahli Strategi Pasar Quek Ser Leang d
अधिक पढ़ें Previous

XRP Alami Kesulitan meski Ada Zona Permintaan, Pengacara Memeriksa Petunjuk Status Keamanan XRP

Harga XRP diperdagangkan sekitar $0,50 pada grafik harga harian di Binance. Altcoin adalah zona permintaan antara $0,46 dan $0,50 dan kemungkinan besa
अधिक पढ़ें Next