WTI Bertahan di Atas Level $85,10 Menjelang rilis IMP Jasa Tiongkok

  • Harga WTI didukung oleh turunnya persediaan minyak mentah, pemangkasan produksi minyak oleh Rusia dan Arab Saudi.
  • Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di Tiongkokd apat membatasi kenaikan lebih lanjut pada WTI.
  • Para pedagang minyak akan memantau IMP Jasa Caixin Tiongkok, IMP Jasa ISM AS yang akan dirilis akhir minggu ini.

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar level $85,20 sejauh ini pada hari Senin. Turunnya persediaan minyak mentah dan ekspektasi pemangkasan produksi minyak oleh Arab Saudi dan OPEC+ mendorong harga WTI mendekati level tertinggi tahun berjalan di $85,52.

Harga WTI yang lebih tinggi juga didukung oleh penurunan substansial pada pasokan minyak mentah AS. Energy Information Administration (EIA) melaporkan pada minggu lalu bahwa pasokan minyak mentah turun sebesar 10,584 juta barel pada minggu yang berakhir pada tanggal 25 Agustus, di atas ekspektasi penurunan sebesar -3,267 juta barel.

Lebih lanjut, menurut Reuters, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa Rusia setuju dengan OPEC+ untuk membatasi produksi minyak dan akan mengumumkan parameter-parameter baru pada akhir minggu ini. Meskipun begitu, Rusia diperkirakan akan memangkas ekspor minyaknya sebesar 500.000 barel per hari di bulan Agustus dan 300.000 barel per hari di bulan September. Sementara itu, Arab Saudi diantisipasi akan melanjutkan pemangkasan minyak sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga bulan Oktober untuk bulan ketiga berturut-turut. Merespon berita tersebut, harga WTI mencapai level tertinggi tahun berjalan pada hari Jumat.

Di sisi lain, Moody menyatakan pada hari Jumat bahwa lembaga pemeringkat global tersebut memprakirakan ekonomi Tiongkok akan tumbuh pada tingkat yang sama yaitu 5,0% pada tahun 2023 seperti yang diperkirakan sebelumnya. Namun, perusahaan pemeringkat global ini juga merevisi turun PDB Tiongkok tahun 2024 menjadi 4,0% dari 4,5%, menurut Reuters. Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di Tiongkok dapat membatasi potensi kenaikan WTI karena Tiongkok adalah importir minyak terbesar di dunia.

Selanjutnya, para pedagang minyak menunggu IMP Jasa Caixin Tiongkok untuk bulan Agustus dan IMP Jasa ISM AS yang akan dirilis pada hari Selasa dan Rabu. Selain itu, para trader juga akan memperhatikan data Perubahan Pasokan Minyak Mentah EIA untuk pekan yang berakhir pada tanggal 1 September yang akan dirilis pada hari Rabu. Acara-acara ini dapat berdampak signifikan pada harga WTI dalam mata uang USD. Para pedagang minyak akan mengambil isyarat dari data tersebut dan menemukan peluang perdagangan di sekitar harga WTI.

USD/CAD Mengambang Menuju 1,3600, Fokus pada Keputusan Kebijakan BoC

USD/CAD diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 1,3590, melanjutkan kenaikan di hari kedua selama sesi Asia hari Senin. Dolar Kanada (CAD) mengalami pe
Đọc thêm Previous

GBP/JPY Kembali ke 184,00 meski Ekspektasi Inflasi Inggris Turun, Fokus pada PDB Jepang, Berita BoE

GBP/JPY melayang di atas 184,00 sementara berjuang untuk mempertahankan pemulihan awal hari dari level terendah satu minggu selama sesi Asia hari Seni
Đọc thêm Next