USD/CHF Memulai Pekan Ini dengan Suasana Negatif, Diperdagangkan di Bawah 0,8850
- USD/CHF diperdagangkan lebih rendah di sekitar 0,8830 karena penurunan imbal hasil obligasi AS.
- Dolar AS (USD) melemah meskipun sikap hawkish The Fed di Simposium Jackson Hole.
- Ketua Fed Jerome Powell mendukung gagasan untuk mempertahankan suku bunga "lebih tinggi lebih lama".
USD/CHF diperdagangkan lebih rendah di sekitar level 0,8830 di awal pekan. Memang, USD/CHF kehilangan momentum setelah mencapai level tertinggi mingguan di 0,8876 pada hari Jumat di tengah penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Selain itu, pasangan mata uang ini mengalami tekanan karena data Tingkat Ketenagakerjaan Swiss (Q2) yang optimis, yang meningkat menjadi 5,432 juta, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi 5,428 juta, dari angka sebelumnya di 5,389 juta.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan lebih rendah di sekitar 104,10 meskipun ada pernyataan hawkish dari Federal Reserve (Fed) AS pada Simposium Jackson Hole, memperkuat sentimen pasar yang berhati-hati karena para pedagang mencari indikasi tambahan terkait kebijakan moneter.
Ketua Fed Jerome Powell menganjurkan untuk mendukung suku bunga "lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama". Dia menyebutkan bahwa pendekatan kebijakan ini memiliki efek yang membatasi, namun menggarisbawahi bahwa The Fed tidak dapat secara pasti memastikan tingkat suku bunga netral yang tepat. Powell juga menyoroti bahwa masih banyak kemajuan yang diperlukan untuk mencapai stabilitas harga. Mengingat ketidakpastian ekonomi yang ada, ia menggarisbawahi perlunya pengambilan keputusan yang fleksibel dan gesit dalam membentuk kebijakan moneter.
Selain itu, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker menyatakan pandangannya bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dia mengusulkan bahwa Federal Reserve harus mempertahankan tingkat suku bunga saat ini dan secara hati-hati menilai konsekuensi dari kebijakannya terhadap perekonomian. Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mencatat bahwa data PDB dan pasar tenaga kerja mengindikasikan momentum pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan bahwa tingkat suku bunga saat ini tidak cukup ketat untuk mencapai target inflasi.
Greenback melemah karena data ekonomi AS yang moderat yang dirilis selama pekan sebelumnya. Indeks Sentimen Konsumen Michigan AS untuk bulan Agustus, turun ke angka 69,5 dari ekspektasi 71,2, yang diharapkan tidak berubah. Pesanan Barang Tahan Lama AS untuk bulan Juli mencatat penurunan sebesar 5,2% dibandingkan dengan konsensus pasar sebesar 4%, berayun dari angka 4,4% di bulan Juni. Namun, Klaim Pengangguran Awal mengindikasikan kondisi ketenagakerjaan yang baik dan meningkatnya kekhawatiran atas prospek inflasi AS.
Para pedagang USD/CHF saat ini fokus pada kunjungan empat hari Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo ke Beijing. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memperkuat hubungan bisnis antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Penting untuk menyoroti bahwa hubungan antara dua kekuatan global utama saat ini sedang tegang.
Para investor juga diharapkan untuk terus memperhatikan Indeks Manajer Pembelian (IMP) jasa dan Manufaktur Tiongkok di akhir pekan ini. Indikator-indikator ini akan memberikan wawasan tambahan mengenai kondisi ekonomi di negara tersebut. Jika ekonomi Tiongkok terus melemah, hal ini berpotensi meningkatkan daya tarik safe haven Swiss Franc (CHF).
Para pelaku pasar kemungkinan akan memantau pengumuman Survei ZEW Swiss yang akan datang, dan Indeks Harga Konsumen (YoY). Dari AS, Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Inti AS, Klaim Pengangguran mingguan, dan Nonfarm Payrolls akan dirilis pada akhir pekan ini. Data-data ini berpotensi memberikan wawasan baru mengenai prospek ekonomi yang lebih luas, membantu para trader untuk mendapatkan perspektif yang lebih jelas mengenai pasangan USD/CHF.