AUD/USD Membukukan Kenaikan Moderat di Sekitar Angka 0,6570, Inflasi Australia/AS Dipantau

  • AUD/USD membukukan kenaikan moderat di sekitar 0,7575, naik 0,06% untuk hari ini.
  • Nonfarm Payrolls AS naik 187.000 di bulan Juli, lebih buruk dari ekspektasi 200.000.
  • Tiongkok akan mencabut tarif anti-dumping dan anti-subsidi atas impor barley Australia yang berlaku efektif pada 5 Agustus.
  • Investor menanti Indeks Harga Konsumen (IHK) YoY RRT, IHK, dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS.

Pasangan AUD/USD memulai pekan baru ini dengan catatan positif dan menguat mendekati 0,6575 selama sesi Asia pada hari Senin. Kenaikan AUD/USD didukung oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah yang dirilis pada hari Jumat.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat bahwa Nonfarm Payrolls di AS naik 187.000 di bulan Juli, lebih buruk daripada ekspektasi 200.000. Angka di bulan Juni direvisi turun menjadi 185.000. Ini menandai angka terendah sejak Desember 2020.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran turun menjadi 3,5% dari 3,6%. Inflasi upah tahunan, yang diukur dengan perubahan Pendapatan Rata-Rata Per Jam, berada di level 4,4%, lebih tinggi dari estimasi pasar sebesar 4,2%. Terakhir, Partisipasi Angkatan Kerja tidak berubah di 62,6%. Data yang lebih lemah mengindikasikan pasar tenaga kerja yang lesu di AS, yang dapat meyakinkan Federal Reserve (Fed) untuk menurunkan suku bunga dan membatasi kenaikan USD.

Dari sisi Australia, Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Phillip Lowe mengatakan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga memberikan RBA lebih banyak waktu untuk menganalisa dampak kenaikan suku bunga dan prospek ekonomi. Namun, pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menjamin bahwa inflasi kembali ke target dalam jangka waktu yang masuk akal, tetapi hal ini akan tergantung pada data dan penilaian risiko yang berkembang.

Mengenai data, Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan minggu lalu bahwa Neraca Perdagangan Australia mencapai A$11.321 juta, sedikit lebih rendah dari A$11.791 juta yang tercatat di bulan Mei. Ekspor turun 2% karena pengiriman batu bara, bahan bakar mineral, dan logam melambat sebagai respon terhadap penurunan permintaan komoditas di Tiongkok. Namun, penurunan ekspor diimbangi oleh penurunan impor sebesar 4% di bulan Mei. Sementara itu, Penjualan Ritel QoQ berada di -0,5% dari sebelumnya -0,6%.

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan pada hari Jumat bahwa Tiongkok akan mencabut tarif anti-dumping dan anti-subsidi pada impor barley Australia yang berlaku efektif pada 5 Agustus. Hal ini, pada gilirannya, meningkatkan Dolar Australia terhadap para pesaingnya.

Perlu dicatat bahwa IMP Jasa Caixin Tiongkok naik ke 54,1 di bulan Juli dari 53,9 sebelumnya, lebih baik dari konsensus pasar 52,5. Angka ekonomi Tiongkok yang optimis juga dapat menguntungkan Dolar Australia (AUD) yang merupakan mata uang proksi Tiongkok.

Para pelaku pasar akan mencerna data tersebut pada hari Jumat karena tidak adanya rilis data ekonomi dari Australia pada hari libur Bank. Pada hari Rabu, perhatian akan beralih ke Indeks Harga Konsumen (IHK) YoY Tiongkok. Selain itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Juli dan Indeks Harga Produsen (IHP) akan dirilis pada akhir pekan ini. Para pelaku pasar mengantisipasi kenaikan bulanan sebesar 0,2% pada IHK AS. Data ini akan sangat penting untuk menentukan pergerakan yang jelas untuk pasangan AUD/USD.

 

Berita Harga USD/IDR: Rupiah Tak Terpengaruh PDB Indonesia yang Mendekati 15.200 Menjelang Inflasi AS

USD/IDR bertahan pada pergerakan pemulihan hari sebelumnya dengan bertahan pada kenaikan tipis di dekat 15,185 di tengah-tengah perdagangan Senin pagi
了解更多 Previous

Indeks Ekonomi Utama Jepang Juni Tenggelam Dari Sebelumnya 109.2 Ke 108.9

Indeks Ekonomi Utama Jepang Juni Tenggelam Dari Sebelumnya 109.2 Ke 108.9
了解更多 Next