USD/CAD Menguat di Atas Angka 1,3230, Investor Menunggu PDB Kanada dan PCE AS

  • USD/CAD mendapatkan momentum di dekat 1,3230 menjelang data ekonomi yang dirilis dari Kanada dan AS.
  • Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell membuka peluang untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 bp tahun ini.
  • Gubernur BoC Tiff Macklem mengatakan keputusan kebijakan di masa depan akan didasarkan pada data yang masuk dan inflasi.

Pasangan USD/CAD turun dari 1,3248 dan saat ini diperdagangkan di sekitar 1,3225, naik 0,01% untuk hari ini. Angka PDB yang menggembirakan mendukung kenaikan Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), sebuah ukuran Greenback terhadap sekeranjang mata uang yang digunakan oleh mitra dagang AS, bertahan di atas 101,70 menjelang awal sesi Eropa. Para pelaku pasar akan mengawasi data ekonomi untuk mendapatkan dorongan baru di sesi Amerika Utara.

Menyusul rilis statistik ekonomi AS yang optimis pada hari Kamis, dolar AS telah menarik beberapa pembeli secara keseluruhan. Estimasi pertama Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS berekspansi pada tingkat tahunan 2,4%, melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,8% dan mengikuti pertumbuhan 2% yang dilaporkan pada kuartal pertama. Sementara itu, Pesanan Barang Tahan Lama naik 4,7% secara bulanan menjadi $302,5 miliar. Klaim Pengangguran Awal turun 7.000 menjadi 221.000 pada pekan yang berakhir 22 Juli, angka terendah dalam lima bulan terakhir. Data ini mendukung optimisme bahwa ekonomi dapat menghindari resesi tahun ini. Hal ini, pada gilirannya, dapat mendukung Greenback dan membatasi kenaikan CAD yang terkait dengan komoditas.

Setelah pertemuan kebijakan bulan Juli, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan ada kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada bulan September atau November jika data mendukung. Sikap The Fed yang lebih hawkish daripada Bank of Canada (BoC) bertindak sebagai penarik bagi pasangan USD/CAD.

Dari sisi Dolar Kanada, BoC mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level tertinggi 22 tahun di 5,0% pada 12 Juli. Gubernur BoC Tiff Macklem menyatakan bahwa bank sentral akan mendasarkan keputusan kebijakan di masa depan pada data yang masuk dan prospek inflasi. Perlu dicatat bahwa pertemuan kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 6 September.

Namun, para pelaku pasar mengantisipasi bahwa Bank of Canada (BoC) kemungkinan tidak akan melihat perlunya menaikkan suku bunga lebih lanjut di tahun ini. Menurut survei pelaku pasar yang dirilis oleh bank sentral pada hari Senin, median peserta mengantisipasi bank untuk mempertahankan suku bunga pada level tertinggi 22 tahun di 5,00% hingga akhir 2023 sebelum memangkas suku bunga pada bulan Maret.

Sementara itu, kenaikan harga minyak telah mendukung USD/CAD dan mengimbangi perlambatan di sektor manufaktur Kanada. Harga minyak mentah yang lebih tinggi memperkuat Dolar Kanada, karena negara ini merupakan eksportir minyak utama ke Amerika Serikat.

Di hari ini, para investor akan mencermati data Produk Domestik Bruto (PDB) Kanada. Angka ini diharapkan akan naik 0,3% dari angka sebelumnya yaitu 0%. Selain itu, pengukur inflasi yang lebih disukai oleh Fed, laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Inti AS, akan dirilis di sesi Amerika Utara. Angka inflasi diharapkan turun dari 4,6% menjadi 4,2% per tahun. Data ini akan sangat penting untuk menentukan pergerakan yang jelas untuk pasangan ini menjelang data ketenagakerjaan pekan depan.

 

EUR/USD: Euro akan Dapat Terapresiasi Selama Beberapa Bulan Mendatang – Commerzbank

EUR/USD diperdagangkan kembali di bawah 1,10. Para ekonom di Commerzbank menganalisis prospek pasangan mata uang ini. Data AS Mengindikasikan Bahwa T
Baca selengkapnya Previous

Matsuno: Keputusan BoJ akan Buat YCC Fleksibel dan Tingkatkan Kesinambungan Pelonggaran Kebijakan Monter

Kepala Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan pada hari Jumat, "Keputusan Bank of Japan (BoJ) akan membuat YCC fleksibel dan meningkatkan kesinamb
Baca selengkapnya Next