AUD/USD Pulihkan Penurunan Awal di Tengah Penurunan USD, tetap di Bawah Pertengahan 0,6500-an

  • AUD/USD membalikkan penurunan dalam perdagangan harian di tengah pullback USD dari level tertinggi dua bulan.
  • Turunnya imbal hasil obligasi AS dan nada risiko yang positif mendorong beberapa aksi ambil untung terhadap USD.
  • Pertaruhan untuk kenaikan suku bunga The Fed bertindak sebagai pendorong bagi dolar dan membatasi setiap kenaikan mata uang utama.

Pasangan AUD/USD menarik beberapa aksi beli di dekat level psikologis 0,6500 pada hari Selasa dan melanjutkan kenaikan dalam perdagangan harian yang stabil selama paruh pertama sesi Eropa. Namun, harga spot ini tidak memiliki keyakinan bullish dan saat ini diperdagangkan di sekitar area 0,6540-0,6535, hampir tidak berubah untuk hari ini dan di bawah level tertinggi beberapa hari yang disentuh hari ini.

Kombinasi berbagai faktor mendorong para pedagang untuk mengambil keuntungan dari posisi mereka terhadap bullish Dolar AS (USD), terutama setelah kenaikan baru-baru ini ke level tertinggi lebih dari dua bulan, yang pada gilirannya, terlihat memberikan dukungan pada pasangan AUD/USD. Kesepakatan tentatif untuk menaikkan pagu utang sebesar $31,4 triliun dan menghindari gagal bayar Amerika yang belum pernah terjadi sebelumnya meningkatkan kepercayaan diri para investor, yang terlihat dari nada positif secara umum di pasar ekuitas. Hal ini, bersama dengan penurunan tajam dalam perdagangan harian pada imbal hasil obligasi pemerintah AS, melemahkan aset-aset safe haven.

Meskipun demikian, meningkatnya kekhawatiran terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi global, terutama di Tiongkok, dan ketegangan baru antara AS dan Tiongkok dapat membatasi optimisme di pasar. Perlu diingat bahwa data dari Tiongkok baru-baru ini menunjukkan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia ini berkinerja buruk di bulan April. Selain itu, Tiongkok menolak permintaan pertemuan antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Tiongkok Li Shangfu pada sebuah forum di Singapura akhir pekan ini, yang memicu kekhawatiran akan memburuknya hubungan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Selain itu, sisi negatif dari USD kemungkinan akan tetap terbatas di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Faktanya, pasar saat ini memprakirakan peluang yang lebih besar untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan kebijakan FOMC berikutnya di bulan Juni. Hal ini, bersama dengan spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin akan menahan diri dari kenaikan suku bunga di bulan Juni, didukung oleh data domestik yang lebih lemah, akan berkontribusi pada pembatasan pasangan AUD/USD dan menunjukkan bahwa jalur yang paling mungkin bagi harga spot ini adalah ke sisi negatifnya.

Para pelaku pasar saat ini menantikan rilis Indeks Kepercayaan Konsumen AS dari Conference Board, yang akan dirilis pada awal sesi Amerika Utara. Hal ini, bersama dengan imbal hasil obligasi AS dan sentimen risiko yang lebih luas, akan mempengaruhi dinamika harga USD dan menghasilkan peluang trading jangka pendek di sekitar pasangan AUD/USD. Fokus kemudian akan bergeser ke pidato Gubernur RBA Philip Lowe, data inflasi konsumen bulanan Australia dan data resmi IMP TIongkok, yang akan dirilis selama sesi Asia pada hari Rabu.

 

Indonesia: BI Dapat Memangkas Suku Bunga pada Akhir Tahun – UOB

Ekonom UOB Group Enrico Tanuwidjaja mengomentari keputusan terbaru mengenai suku bunga Bank Indonesia (BI). Poin-Poin Penting "Bank Indonesia (BI) m
Baca selengkapnya Previous

Indeks Inflasi Grosir/IGP-M Brasil Mei Keluar Sebesar -1.84% Di Bawah Perkiraan -0.45%

Indeks Inflasi Grosir/IGP-M Brasil Mei Keluar Sebesar -1.84% Di Bawah Perkiraan -0.45%
Baca selengkapnya Next