NZD/USD Bergerak di Sekitar 0,6060 Setelah Pemulihan yang Lemah, Pesanan Barang Tahan Lama AS Menjadi Sorotan

  • NZD/USD telah berbalik sideways di sekitar 0,6060 pasca pemulihan yang lemah menjelang rilis data Pesanan Barang Tahan Lama AS.
  • Para pembuat kebijakan Fed diantisipasi untuk memanfaatkan kondisi kredit yang ketat untuk mengurangi tekanan pada inflasi daripada menaikkan suku bunga lebih lanjut.
  • RBNZ Silk menyarankan untuk mempertahankan suku bunga ke depan dan tetap memperhatikan data.

Pasangan NZD/USD menunjukkan aksi maju-mundur setelah pemulihan lembut di sekitar 0,6070 di awal sesi London. Aset NZD/USD diharapkan akan melanjutkan pemulihan karena Indeks Dolar AS (DXY) telah bergeser ke lintasan bearish di tengah spekulasi yang mendukung jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed).

Indeks S&P500 berjangka telah memangkas beberapa penurunan yang terjadi di Asia, yang menggambarkan pemulihan kecil dalam selera risiko para pelaku pasar. Penurunan Indeks Dolar AS (DXY) telah meningkatkan daya tarik ekuitas AS. Namun, sentimen pasar secara keseluruhan diharapkan akan tetap berhati-hati karena batas pinjaman AS sebesar $31,4 triliun belum meningkat.

Indeks USD berada di bawah tekanan karena para pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed) diantisipasi untuk memanfaatkan kondisi kredit yang ketat untuk mengurangi tekanan pada inflasi daripada menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Untuk panduan lebih lanjut, data Pesanan Barang Tahan Lama AS akan diawasi dengan cermat. Pesanan Barang Tahan Lama bulan April terlihat mengalami kontraksi sebesar 1,0% vs ekspansi sebesar 3,2%. Kontraksi pada data ekonomi mengindikasikan permintaan yang buruk, yang akan memiliki efek riak pada Indeks Harga Konsumen (IHK) AS.

Investor harus memperhatikan bahwa ekonomi AS menghadapi masalah persistensi dalam inflasi inti lebih dari indeks harga umum. Kontraksi dalam permintaan barang tahan lama akan melepaskan beberapa panas dari inflasi inti dan akan menjadi faktor yang lebih melegakan bagi The Fed.

Dari sisi Dolar Selandia Baru, Asisten Gubernur Reserve Bank of New Zealand Karen Silk mencatat bahwa Topan Gabrielle tidak terlalu berdampak pada inflasi seperti yang dikhawatirkan dan menyatakan bahwa suku bunga harus dipertahankan untuk waktu yang lama. Ia mengatakan bahwa mereka harus mewaspadai kebijakan pengetatan yang berlebihan dan bahwa RBNZ dapat menahannya saat ini dan melihat apa yang akan terjadi.

Para investor perlu mencatat bahwa Gubernur RBNZ Adrian Orr menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 5,5% pekan ini.

 

Penjualan Ritel Inggris Naik 0,5% MoM di Bulan April vs. 0,3% yang Diharapkan

Penjualan Ritel Inggris naik 0,5% selama sebulan di bulan April vs 0,3% yang diharapkan dan -1,2% sebelumnya. Penjualan Ritel Inti, dengan menghilangk
了解更多 Previous

Tingkat Tenaga Kerja (Krtl/Krtl) Swiss 1Q Keluar Sebesar 5.389M, Di Bawah Harapan (5.433M)

Tingkat Tenaga Kerja (Krtl/Krtl) Swiss 1Q Keluar Sebesar 5.389M, Di Bawah Harapan (5.433M)
了解更多 Next