Kontrak Berjangka S&P500 Pulih, Imbal Hasil Melemah karena Kekhawatiran Gagal Bayar AS Berkurang

  • Sentimen pasar membaik karena para pengambil kebijakan AS terlihat optimis untuk menghindari "bencana" gagal bayar.
  • Kontrak Berjangka S&P500 mengabaikan pelemahan indeks Wall Street dan mencetak kenaikan tipis, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun dari level tertinggi dua minggu.
  • Pembicaraan Federal Reserve yang hawkish, data AS yang optimis menantang sentimen risk-on di tengah agenda kalender ekonomi yang sepi.

Selera risiko pasar menguat di hari Rabu pagi karena para epdagang tetap optimis bahwa tidak akan terjadi gagal bayar di AS. Yang memperkuat mode konsolidasi adalah agenda kalender ekonomi yang sepi setelah hari yang sibuk, serta optimisme yang hati-hati di antara para pengambil kebijakan AS.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P500 mencetak kenaikan tipis di sekitar 4.135 dan menentang kinerja suram Wall Street, sementara imbal hasil obligasi peemrintah AS bertenor 10 tahun dan dua tahun mencetak penurunan harian pertama dalam empat hari terakhir pada saat berita ini ditulis. Meskipun demikian, Indeks Dolar AS (DXY) turun ke 102,57 setelah kenaikan 0,18% dalam perdagangan harian pada hari Selasa sehingga membalikkan pelemahan awal pekan. Selain itu, harga Emas pulih dari level terendah dalam dua minggu terakhir, sementara harga Minyak Mentah dan Gas Alam juga menggambarkan optimisme pasar yang berhati-hati.

Pertemuan Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy memperbaharui optimisme pasar bahwa para pengambil kebijakan AS akan dapat menghindari "bencana" gagal bayar. Setelah pertemuan yang berlangsung kurang dari satu jam tersebut, para pemimpin kongres mengatakan, "Ada kemungkinan untuk mendapatkan kesepakatan pada akhir minggu ini." Optimisme tersebut memicu penurunan dalam selisih Credit Default Swap (CDS) satu tahun AS.

Selain kekhawatiran terhadap pagu utang AS, pembacaan awal yang optimis dari angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama (Q1) 2023 Jepang, menjadi 0,4% QoQ versus 0,1% yang diharapkan dan 0,0% sebelumnya, juga mendukung sentimen pasar karena negara besar Asia ini melaporkan pertumbuhan yang menonjol setelah tiga kuartal kinerja ekonomi yang lesu.

Sebaliknya, para pejabat Federal Reserve (The Fed) tetap hawkish dan mendorong sentimen risk-on, terutama di tengah data AS yang optimis. Meskipun demikian, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee dan Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic membela langkah hawkish bank sentral AS dengan mengutip masalah inflasi ketika mereka berbicara pada sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh The Fed Atlanta pada hari Selasa.

Berbicara mengenai data, Penjualan Ritel AS meningkat menjadi 0,4% MoM untuk bulan April, dari -0,7% sebelumnya (direvisi) versus 0,7% yang diharapkan. Lebih penting lagi, Grup Kontrol Penjualan Ritel untuk bulan tersebut melewati perkiraan pasar sebesar 0,0% dan -0,4% sebelumnya dengan angka aktual 0,7%, sedangkan Penjualan Ritel non Otomotif sesuai dengan estimasi 0,4% MoM untuk bulan April¸ melampaui -0,5% sebelumnya. Lebih lanjut, Produksi Industri AS MoM naik ke 0,5% untuk bulan April dibandingkan ekspektasi untuk mencetak angka 0,0%.

Tidak hanya pejabat The Fed, para pengambil kebijakan dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) juga mendukung langkah hawkish bank sentral masing-masing, yang pada gilirannya menopang kekhawatiran terhadap resesi dan menguji optimisme terbaru.

Selanjutnya, kalender ekonomi yang sepi dapat membatasi pergerakan pasar pada hari Rabu, namun data inflasi dan perumahan tingkat kedua dari AS dan Eropa akan bergabung dengan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey akan menghibur para pedagang.

Baca juga: Forex Hari Ini: Imbal hasil AS yang Lebih Tinggi dan Penghindaran Risiko Menyebabkan Dolar AS yang Lebih Kuat

Analisis Harga Perak: XAG/USD Masih Berisiko terhadap Penurunan Lebih Lanjut Melampaui $24,00

Harga perak (XAG/USD) masih sedikit dalam tawaran beli di sekitar $23.75-80 karena mengupas pelemahan harian terbesar dalam seminggu di level terendah
अधिक पढ़ें Previous

Goto Jepang: Data PDB Tunjukkan Peningkatan Ekonomi Moderat Terus Berlanjut

Menyusul rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang kuartal pertama pada hari Rabu pagi, Menteri Ekonomi Jepang Shigeyuki Goto mengatakan bahwa "da
अधिक पढ़ें Next