S&P 500 Futures, Imbal Hasil Obligasi Treasury Gambarkan Kecemasan Pasar Jelang PDB AS

  • Sentimen pasar masih tidak menentu menjelang beberapa data/acara penting.
  • Kontrak Berjangka S&P 500 tetap sedikit dalam tawaran beli di sekitar level tertinggi bulanan, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan lebih rendah.
  • Drama ECB versus The Fed, kurangnya kejelasan dari laporan pendapatan dan kalender ekonomi yang sepi mengganggu para pedagang akhir-akhir ini.
  • PDB Kuartal 4 dan Indeks Harga PCE AS akan sangat penting untuk menentukan arah menjelang FOMC pekan depan.

Profil risiko tetap lesu pada hari Kamis pagi karena para pelaku pasar menunggu data-data penting AS untuk mengkonfirmasi bias dovish Federal Reserve (The Fed) baru-baru ini.

Yang semakin memperkuat kondisi tidak aktifnya pasar adalah kurangnya beberapa data/acara penting, serta diamnya para pengambil kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB ) selama satu pekan menjelang pertemuan kebijakan moneter hari Kamis mendatang. Selain itu, liburan Tahun Baru Imlek (Lunar New Year/LNY) di Tiongkok dan hari libur di Australia juga menantang para pedagang momentum.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 bergerak mendekati 4.035, tetap sedikit dala tawaran beli di dekat level tertinggi bulanan yang dicatat pada hari Senin. Meskipun demikian, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS tetap tertekan selama tren turun mingguan keempat berturut-turut, di sekitar 3,44% pada saat berita ini ditulis. Perlu diperhatikan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun juga mencetak penurunan selama empat minggu berturut-turut tetapi relatif lebih lamban, di sekitar 4,13%.

Pada hari Rabu, Tesla mengalahkan prakiraan pasar tetapi prospek suram Microsoft menahan para pembeli ekuitas di Wall Street.

Di tempat lain, surutnya spekulasi hawkish pada kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,50% pada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan membebani imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta Dolar AS. "Para pedagang secara luas memprakirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada hari Rabu mendatang, turun dari kenaikan 50 bp pada bulan Desember," kata Reuters.

Selain kekhawatiran akan The Fed yang dovish, komentar-komentar hawkish dari Bank Sentral Eropa (ECB), serta data Jerman yang optimis juga membebani Dolar AS. Pada hari Rabu, Indeks Iklim Bisnis IFO Jerman sesuai dengan prakiraan di 90,2 untuk bulan Januari dibandingkan 88,6 sebelumnya, namun Penilaian Saat Ini turun dari 94,4 ke 94,1, dibandingkan dengan 95,0 yang diharapkan. Lebih lanjut, Ekspektasi IFO untuk bulan tersebut juga lebih tinggi dari konsensus 85,0 sementara naik ke 86,4, dibandingkan dengan 83,2 pada pembacaan sebelumnya.

Meskipun demikian, anggota Dewan Pemerintahan ECB Gabriel Makhlouf menjadi pengambil kebijakan terakhir dari bank sentral blok tersebut yang memberikan pernyataan hawkish, menyarankan kenaikan suku bunga sebesar 50 bp, menjelang periode sunyi selama satu pekan sebelum ECB. "Kami perlu terus menaikkan suku bunga pada pertemuan kami pekan depan – dengan mengambil langkah yang sama dengan keputusan kami pada bulan Desember," kata Makhlouf dari ECB. Makhlouf lebih lanjut menambahkan bahwa mereka perlu menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan bulan Maret.

Baru-baru ini, Ringkasan Opini Bank of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan uang mudah namun gagal menghibur para pedagang di tengah sentimen yang berhati-hati menjelang rilis data PDB AS kuartal keempat yang sangat penting, yang diprakirakan akan mencetak pertumbuhan tahunan sebesar 2,6% versus 3,2% sebelumnya. Yang juga penting untuk diperhatikan adalah Pesanan Barang Tahan Lama AS untuk bulan Desember dan data Personal Consumption Expenditure (PCE) Kuartal 4 karena anggota The Fed yang agresif mungkin akan memberikan petunjuk terkait lebih banyaknya inflasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca juga: Pratinjau Produk Domestik Bruto AS: Tiga Alasan untuk Mengharapkan Hasil yang Meningkatkan Dolar AS

AUD/USD Uji Komitmen Bearish di Bawah 0,7020/50 Jelang Acara-Acara Penting AS

AUD/USD datar di dekat 0,7100 pada awal sesi Asia yang sepi di hari Kamis setelah data yang lebih penting di dalam negeri dirilis pada hari Rabu di ma
Read more Previous

Analisis Harga USD/JPY: Segitiga Mingguan Mendukung Ekspansi Volatilitas, 128,50 adalah Kuncinya

USD/JPY pulih di sekitar 129,40 karena berada di dekat level terendah harian selama awal hari Kamis. Dengan demikian, pasangan Yen mengkonsolidasi pen
Read more Next