GBP/JPY Menguat ke Pertengahan 160,00-an karena BoJ Tidak Bertindak, Pidato Kuroda, Inflasi Inggris Diawasi

  • GBP/JPY melonjak lebih dari 200 pip pada status-quo BoJ.
  • Bank of Japan membiarkan suku bunga acuan, kebijakan YCC tidak berubah meskipun ada ekspektasi tinggi.
  • Imbal hasil turun, saham berjangka AS mendapatkan kembali momentum kenaikan pada langkah BoJ.
  • Pidato Gubernur BoJ Kuroda, IHK dan Indeks Harga Ritel Inggris, untuk bulan Desember akan diawasi untuk mendapatkan petunjuk arah yang jelas.

GBP/JPY bersiap untuk melakukan kenaikan harian terbesar dalam dua minggu setelah Bank of Japan (BoJ) mengecewakan para pembeli Yen selama awal Rabu, naik 1,80% dalam perdagangan harian mendekati 160,40 pada saat berita ini ditulis. Yang semakin memperkuat momentum kenaikan pasangan linta mata uang ini bisa jadi adalah harapan data inflasi yang optimis dari Inggris.

BoJ mengumumkan tidak ada perubahan pada pengaturan kebijakan moneter mereka pada bulan Desember, mempertahankan suku bunga pada -10bps dan target imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) 10-tahun tidak berubah pada 0,00%. Selain tidak adanya perubahan dalam kebijakan Yield Curve Control (YCC) BoJ dan suku bunga yang dipertahankan, laporan prospek kuartalan BoJ juga memungkinkan pasangan GBP/JPY bersiap untuk melakukan kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni 2022.

Sebagai reaksi terhadap kekecewaan BoJ, imbal hasil obligasi pemerintah AS membalikkan pemulihan di awal hari yang turun menuju 3,50% sementara kontrak berjangka S&P 500 mencetak kenaikan sebesar 0,30% dalam perdagangan harian, mengikuti tanda negatif ringan dari kinerja dalam perdagangan harian.

Meskipun BoJ telah mengecewakan bear GBP/JPY, para trader akan memperhatikan pidato Gubernur Haruhiko Kuroda karena pembuat kebijakan dapat menyampaikan ketidaksukaannya terhadap kebijakan YCC setelah mendorong bank sentral Jepang untuk menghabiskan sekitar 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mempertahankan target imbal hasil pada bulan lalu saja.

Setelah itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Ritel (IHR) Inggris untuk bulan Desember akan sangat penting setelah laporan lapangan pekerjaan Inggris mengesankan para pembeli Sterling pada hari sebelumnya.

Baca juga: Pratinjau Inflasi Inggris: IHK Lemah Lainnya akan Memukul Pound Sterling, Inilah Alasannya

Analisis Teknis

Meskipun melintasi garis resistance yang berubah menjadi support yang melandai dari awal Desember, di sekitar 159,40 pada saat berita ini ditulis, serta angka bulat 160,00, garis resistance berusia tiga minggu di dekat 160,65 menantang para pembeli GBP/JPY.

 

NDRC, Tiongkok: Situasi Perkembangan Ekonomi pada Tahun 2023 Masih Rumit

Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Republik Rakyat Tiongkok (NDRC), 'perencana negara' negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari
Read more Previous

AUD/JPY Melampaui 91,00 Sekaligus karena BoJ Pertahankan Suku Bunga dan YCC Tidak Berubah

Pasangan AUD/JPY telah menyaksikan penawaran beli yang signifikan karena Bank of Japan (BoJ) telah mempertahankan sikapnya terhadap kebijakan suku bun
Read more Next