S&P 500 Futures, Imbal Hasil Gambarkan Optimisme Hati-Hati Jelang Inflasi AS
- Sentimen pasar membaik di tengah harapan inflasi AS yang lebih lemah, berbagai tajuk utama yang beragam dari Rusia dan Tiongkok.
- Kontak Berjangka S&P 500 memangkas pelemahan harian terbesar dalam seminggu, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS bergulat setelah mengalami tren turun selama dua hari.
- pidato The Fed terus mempromosikan suku bunga yang lebih tinggi tetapi prakiraan inflasi dan ekspektasi tampak membantu para pedagang yang optimis.
- Tiongkok melaporkan sedikit penurunan dalam kasus Covid, kemacetan pemerintah AS membayangi.
Selera risiko tetap lesu, sedikit positif, karena para pedagang menunggu data inflasi utama AS selama hari Kamis pagi. Berbagai tajuk utama yang beragam seputar katalis risiko utama dan pidato The Fed terbaru juga menantang sentimen akhir-akhir ini.
Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak kenaikan dalam perdagangan harian 0,20% di dekat 3.765, setelah mengalami penurunan terbanyak dalam sepekan ini, sedangkan imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS menghentikan tren turun dua hari di dekat 4,10% baru-baru ini. Perlu dicatat bahwa imbal hasilobligasi dua tahun AS mencetak kenaikan harian pertama, sejauh ini, dalam tiga hari di sekitar 4,60%.
Baru-baru ini, Presiden Federal Reserve (The Fed) Minneapolis Neel Kashkari menyatakan, "Kami akan melakukan apa yang perlu kami lakukan untuk menurunkan inflasi kembali." Namun, Presiden Federal Reserve (The Fed) New York John Williams sebelumnya menyebutkan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang yang relatif stabil adalah kabar baik. Pada baris yang sama, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin juga menyebutkan bahwa upaya keras The Fed melawan inflasi dapat menyebabkan penurunan ekonomi AS, tetapi itu adalah risiko yang harus diambil oleh The Fed.
Perlu dicatat bahwa ekspektasi inflasi yang lebih lemah juga mendukung optimisme hati-hati pasar. Louis Federal Reserve (FRED), turun ke level terendah sejak 20 Oktober, ke 2,53% dibandingkan 2,61% sebelumnya. Meski begitu, ekspektasi inflasi yang sedikit lebih luas, bagaimanapun, tetap sedikit kurang lemah karena tingkat inflasi impas 10 tahun menurut data St Louis Federal Reserve (FRED) turun menjadi 2,42% sekaligus menyentuh kembali level terendah mingguan.
Di tempat lain, beberap tajuk utama seputar Rusia juga tampaknya telah mendukung optimisme hati-hati terbaru karena Rusia tampaknya mundur dari satu-satunya ibu kota regional Ukraina yang direbut, yaitu Kherson, sedangkan Presiden Vladimir Putin kemungkinan besar tidak akan menghadiri KTT G-20 yang akan datang di Bali, yang dimulai pada tanggal 15 November.
Perlu dicatat bahwa sedikit penurunan dalam jumlah Covid harian di Tiongkok Daratan, dari 1.294 menjadi 1.133, bergabung dengan surutnya harapan atas Partai Demokrat untuk mendapatkan bagian kekuasaan utama dalam pemilu sela AS akan membantu mendukung pada pedagang yang optimis.
Namun, kurangnya sejumlah data/acara dan kalender ekonomi yang sepi, serta keragu-raguan atas langkah The Fed selanjutnya, membuat para pedagang tetap waspada menjelang Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang penting untuk bulan Oktober. Konsensus pasar menunjukkan bahwa data utama IHK AS akan turun ke 8,0% YoY dari 8,2% sebelumnya sementara IHK Inti yang lebih penting mungkin sebagian besar tidak berubah di dekat 6,5%, dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya 6,6%, selama bulan Oktober.
Baca juga: Pratinjau IHK Oktober AS: Dolar AS akan Melemah Jika Terjadi Rally Risiko yang Terinspirasi IHK